Beranda Umum Arus Penyeberangan Bakauheni Turun Hingga 70 Persen

Arus Penyeberangan Bakauheni Turun Hingga 70 Persen

14
0


Arus Penyeberangan Bakauheni Turun Hingga 70 Persen

Kalianda (Lampost.co): Arus keberangkatan dan kedatangan penumpang jalan kaki maupun kendaraan pribadi dan sepeda motor di Pelabuhan Bakahuheni mengalami penurunan dratis sejak larangan mudik diberlakukan tiga hari lalu.

Pantuan Lampost.co pelayanan penyeberangan di pelabuhan Bakauheni pada Minggu, 26 April 2020 berjalan normal. Namun, arus kendaraan maupun penumpang jalan kaki pada masing-masing loket nampak sepi. Hanya terlihat dua kendaraan ataupun penumpang jalan kaki yang antre di loket tersebut.

"Sejak ada larangan mudik, arus penyeberangan turun dratis dibandingkan sehari sebelum diberlakukan larangan mudik tiga hari lalu," kata Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap, kepada Lampost.co, Minggu, 26 April 2020.

Ia menyebut sebelum larangan mudik diberlakukan pada Jumat, 24 April 2020, jumlah penumpang jalan kaki bisa menembus 400-500 orang, sepeda motor rata rata 200-300 unit dan kendaraan roda empat pribadi 500-600 unit per hari menyeberang dari Bakauheni ke Merak.

Namun sejak pemberlakuan larangan mudik, jumlah pengguna jasa anjlok 70 persen. "Sekarang ini paling banter 100-200 penumpang, motor cuma 50 unit dan mobil pribadi hanya sekitar 200 unit perhari yang menyeberang ke Merak sejak diberlakukan larangan mudik, " jelas Saiful.

Selama larangan mudik diberlakukan tiga hari lalu, ujar Saiful, hanya arus penyeberangan kendaraan angkutan barang yang terpantau normal.

"Hanya armada angkutan barang yang masih normal melakukan penyeberangan, dengan jumlah rata rata 3.500 -4.500 setiap harinya," jelas dia.

Terkait larangan mudik, ujar Saiful, ASDP tetap menyeberangkan pengguna jasa yang telah membeli tiket di Pelabuhan Bakauheni.

“ASDP tidak melakukan pembatasan. Kalau pengguna jasa sudah membeli tiket maka tetap kita layani untuk menyeberang,” ujarnya.

Saiful mengatakan ASDP juga tidak memiliki kewenangan untuk melarang dan meminta pengguna jasa yang hendak menyeberang berbalik arah.

“Kita tidak punya kewenangan untuk kendaraan balik arah. Melarang pengguna jasa untuk berbalik arah menjadi kewenangan petugas kepolisian,” tandas Saiful.


Leave a Reply