Beranda Umum CELOTEH KORBAN PERKOSAAN (Sebuah Usulan) *Teruntuk BPSDM-Perhubungan, Ketua Sekolah Tinggi, Direktur Akademi,...

CELOTEH KORBAN PERKOSAAN (Sebuah Usulan) *Teruntuk BPSDM-Perhubungan, Ketua Sekolah Tinggi, Direktur Akademi, Pimpinan Diklat Pelayaran di mana saja. –++++++– Siapa pelaut yang tidak pernah …

11
2
CELOTEH KORBAN PERKOSAAN
 (Sebuah Usulan)
 *Teruntuk BPSDM-Perhubungan, Ketua Sekolah Tinggi, Direktur Akademi, Pimpinan Diklat Pelayaran di mana saja.
 --++++++--
 Siapa pelaut yang tidak pernah ...

CELOTEH KORBAN PERKOSAAN
(Sebuah Usulan)

*Teruntuk BPSDM-Perhubungan, Ketua Sekolah Tinggi, Direktur Akademi, Pimpinan Diklat Pelayaran di mana saja.

–++++++–

Siapa pelaut yang tidak pernah merasa diperkosa? Bahkan tak sedikit yang putus asa dan menyanyikan lagu "RAPE ME" (Perkosalah Aku) besutan Band Nirvana yang digawangi Kurt Cobain. Saking depresinya dia (Kurt) sampe bunuh diri 🤣

Ah itu hanya bercanda.

Eh tapi serius. Setidaknya pernah diperkosa kebebasannya untuk memilih. Misalnya, kalau tidak salah per Februari 2016 sertipikat SDSD sudah tidak diperlukan lagi bagi pemegang sertipikat SSO sesuai edaran IMO. Tapi, agen yang (mungkin) berbisnis dengan lembaga diklat masih mewajibkan pelaut pemegang SSO membuat itu. Tidak gratis tentunya. Bisa menolak? Tidak, terpaksa deh buka paha lebar-lebar. Daripada tidak berangkat kerja? 🤣.

Atau pelaut dipaksa ambil MEFA lagi gegara sudah kadung ditulisi "Berlaku 5 tahun". Padahal itu tulisan orang ngelindur.

Ah sudah lah jangan kebanyakan bercanda.

☝️☝️
Abaikan saja itu.
Ini yang seriusnya
👇👇

Tlisan saya bertajuk "Indonesia Harus Berhenti Produksi Pelaut" ternyata sampai juga di meja rapat BPSDM Perhubungan (Setidaknya menurut info rekan saya, akan dibawa ke sana). Entah gimana lanjutannya.

Jadi tulisan ini pun semoga sampai di sana dan tidak dicegat polisi dengan alasan PSBB 😁.

Ah, sudah lah bercanda terus.

Ok, begini;
Banyak sekali pelaut yang baru lulus menjadi korban broker, korban calo dan menjadi korban penipuan. Sepertinya mereka belum paham betul apa yang musti dilakukan setelah lulus. Ke mana cari kerja. Perusahaan mana yang layak dan tidak. Agen mana yang kredibel atau tidak.

Banyak juga pelaut yang bahkan tidak tahu sertipikat mana yang perlu direvalidasi dan yang tidak perlu.

Banyak pelaut tidak tahu bagaimana prosedur pengambilan sertipikat. Berapa sih harga resmi sertipikat. Berapa sih biaya pendapatan negara bukan pajak. Berpa sih tarif resmi sertipikasi.

Banyak juga pelaut yang tidak tahu berapa harga buku pelaut. Bagaimana jalur resmi, bagaimana cara Yellow Fever, dan bagaimana membuat Visa.

Banyak juga pelaut yang tidak tahu berapa sih sebenarnya biaya sekolah, prosedur upgrade. Berapa lama sih standar keluarnya sertipikat dan apa hak pelaut jika terdapat keterlambatan?

Banyak juga pelaut yang tidak tahu bagaimana sih berkontrak dengan perusahaan secara legal. Jenis kontrak seperti apa sih yang memiliki kekuatan hukum.

Lalu, bagaimana jika terjadi pelanggaran hak pelaut. Ke mana harus mengadu. Bagaimana caranya?.


Menurut saya, Pendidikan Pelayaran harus membekali lulusannya dengan baju pelindung diri semacam itu supaya tidak jadi korban broker, korban calo, korban penipuan dan korban pemerasan orang-orang berseragam.

Pertanyaan saya;
Kenapa tidak ada inisiatif dibuat kurikulum khusus mengenai Hak-Hak Pelaut yang mencakup pengetahuan seperti yang saya jelaskan di atas??

Saya rasa itu penting.

—++
Foto : Aktivis FEMEN yang protes Februari 2019 Lalu di Perancis mengenai hukuman perkosaan.


Leave a Reply