Beranda Umum Copas Dark ice ABK Indonesia Diperbudak di Kapal China Para anak buah...

Copas Dark ice ABK Indonesia Diperbudak di Kapal China Para anak buah kapal asal Indonesia diduga mengalami perbudakan di kapal nelayan asal China. Beberapa dari mereka sakit dan meninggal dunia, la…

36
0

Copas Dark ice

ABK Indonesia Diperbudak di Kapal China

Para anak buah kapal asal Indonesia diduga mengalami perbudakan di kapal nelayan asal China. Beberapa dari mereka sakit dan meninggal dunia, lalu jasadnya dilarung di lautan.

Laporan ini disampaikan stasiun televisi Korea Selatan, MBC News pada Selasa (5/5). Dalam laporan tersebut, para ABK WNI berada dalam lingkungan seperti perbudakan. Beberapa WNI mengakuinya langsung dalam siaran MBC News tersebut dengan wajah diburamkan dan suara disamarkan. Mereka mengaku bekerja berdiri selama 30 jam untuk menangkap ikan.

Mereka juga mengakui diskriminasi yang diterima ABK WNI. Di kapal tersebut, ABK China meminum air botolan dari darat, sementara para WNI minum air laut yang disuling. Setiap kali minum air tersebut, mereka mengaku sakit.

Paspor semua ABK juga disita oleh kapten di satu kapal saat para ABK memulai kontrak kerja mereka. ABK juga melaporkan penangkapan ikan ilegal skala industri dan memberikan foto-foto dan film sirip ikan hiu yang diduga sebagai spesies yang terancam punah.

Meski kapal itu terdaftar sebagai penangkap ikan tuna, para ABK menyatakan mereka menangkap hiu menggunakan peralatan khusus sehingga mereka dapat menangkap lebih dari 20 hiu per hari, untuk mengisi 16 boks penuh berisi sirip ikan hiu dengan masing-masing boks berbobot 45 kg.

Meski China tak memiliki aturan melarang sirip hiu, praktek ini melanggar aturan yang ditetapkan badan regional yang mengelola Samudera Pasifik Sentral Barat. Berbagai foto yang diberikan ABK menunjukkan beberapa sirip hiu itu merupakan spesies yang terancam punah, termasuk hiu Hammerhead dan Oceanic White Tips. ABK menyatakan sirip hiu itu dimasukkan boks dan dipindahkan antar kapal untuk dibawa ke pelabuhan dan dijual.

Untuk pekerjaan di lautan selama 13 bulan, lima orang ABK WNI di kapal tersebut mengaku hanya menerima USD 120 atau Rp 1,8 juta.

Karena perlakuan buruk tersebut, tiga orang WNI dilaporkan meninggal dunia di kapal tersebut. Dalam video yang diperoleh MBC, terlihat jasad WNI dimasukkan ke dalam peti lalu dilarung ke lautan. Padahal menurut perjanjian, jika mereka meninggal maka akan dikremasi dan abunya dikirim ke keluarga di Indonesia. Menurut seorang ABK, kematian tersebut diawali bengkak pada kaki.

Kapten kapal menolak menuju pelabuhan untuk mendapat perawatan medis yang layak bagi para ABK yang sakit. Para ABK menganggap kematian rekan-rekannya itu akibat kualitas air yang buruk yang disediakan di kapal tersebut.

Tiga ABK yang meninggal di kapal itu dibuang begitu saja ke laut pada hari yang sama saat mereka meninggal, meski kontrak yang ada mengharuskan pemilik kapal memulangkan jenazah itu ke negara asalnya, Indonesia.

MBC melanjutkan, para ABK yang masih hidup kemudian pindah ke kapal lain untuk dipulangkan ke Indonesia. Kapal tersebut bersandar di pelabuhan Busan, Korea Selatan pada 14 April lalu. Namun mereka harus menunggu 10 hari sebelum diperbolehkan berlabuh. Salah seorang diantara mereka meninggal setelah mengalami sesak dada. Diperkirakan mereka kini sedang berada di Busan dengan jumlah 14 orang.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha mengatakan para WNI tersebut akan dipulangkan pada tanggal 8 Mei 2020 besok.

.
Bagaimana menurut kalian? Adakah yang memiliki informasi lebih tentang kasus ini?

Semoga semuanya bisa pulang dengan selamat ke keluarganya masing-masing. Aamiin. ❤️

#News_DarkIce
-Ice Prince


Leave a Reply