Beranda Umum Tidak satupun media tv Indonesia menayangkan berita penyiksaan ABK Indonesia yg bekerja...

Tidak satupun media tv Indonesia menayangkan berita penyiksaan ABK Indonesia yg bekerja pada kapal Cina. Justru berita ini pertama kali diangkat oleh media Korea. Pemerintah yg notabene kacungnya Cina…

55
0

Tidak satupun media tv Indonesia menayangkan berita penyiksaan ABK Indonesia yg bekerja pada kapal Cina. Justru berita ini pertama kali diangkat oleh media Korea. Pemerintah yg notabene kacungnya Cina tidak berani beraksi. Bahkan si Opung yg menjadi kaki tangan cina di Indonesia seperti pura pura tuli. Menhan yg selama ini selalu bicara melindungi segenap bangsa Indonesia melempem. Negara ini benar benar dipecundangi oleh Cina. Parahnya media tv pura pura tidak tahu. Payah kalian semua. Pengecut tak punya nyali..Ini adalah pelanggaran HAM berat yg dilakukan sebuah perusahaan kapal Cina kepada pekerja Indonesia. Pemerintah harus meminta badan HAM internasional mengusut tuntas. Itupun kalo kalian punya nyali pada cina.. 😠😠

https://youtu.be/3QIEmJ1mCZY
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cerita miris datang dari dunia pekerja kapal asal Indonesia. 4 dari 18 Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di Kapal Longxing 629 China meninggal dunia dan tiga jasad di antaranya terpaksa dibuang ke laut lepas.

Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Korea Selatan Ari Purboyo mengungkapkan, mereka meninggal dunia dalam kondisi tubuh yang bengkak.

Tiga ABK tersebut, yakni Al Fattah yang meninggal dunia pada September 2019 karena sakit, Sefri asal Palembang dengan penyebab yang sama, kemudian Ari yang meninggal dunia pada Februari 2020. "Tiga orang ini yang dibuang di laut," kata Ari.

Sedangkan, satu ABK lainnya yakni Effendi Pasaribu sempat dilarikan ke rumah sakit di Korea Selatan namun nyawanya tidak dapat tertolong. Dari hasil forensik yang dilakukan, penyebab Effendi meninggal dunia karena pneumonia atau radang paru-paru.

Banyak faktor yang menjadi indikasi penyebab keempat WNI tersebut meninggal dunia dengan kondisi tubuh membengkak. Ari menyebut ada faktor kekerasan yang dialami, akan tetapi menurutnya faktor tersebut bukan menjadi unsur terbesar dari penyebab meninggal dunia.

Faktor lainnya juga bisa dari makanan atau minuman yang ABK tersebut konsumsi setiap harinya. Ari menyebutkan, jika ABK asal Indonesia mendapatkan perlakukan berbeda untuk makanan dan minuman dengan ABK asal China. "Itu minum mungkin bisa dilihat dari peristiwanya kan badannya membengkak ya. Itu kemungkinan besar mereka meminum air laut yang disuling," ungkapnya.

suara. com


Leave a Reply